Daftar Blog Saya

Sabtu, 27 Juni 2015

MENGENAL BUKTI BUKTI ILMIYAH AYAT AYAT AL QUR’AN

Banyak sekali ayat ayat Al ur'an yang menyuruh kita untuk berpikir atau memperhatikan di sekeliling kita:

Diantara Firman Allah tersebut, terdapat dalam Al Qur'an, sebagai berikut:

Qs. Adz-Dzariyat: 20
‘Dan di bumi itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang yakin, dan (juga) pada dirimu sendiri. Maka apakah kamu tiada memperhatikan?’ (adz-Dzariyat: 20)

A. Ayat Ayat  Al Qur'an Tentang Angkasa

1. Garis Edar Tata Surya



Banyak sekali ayat ayat yang menceritakan bahwa tata surya (matahari, planet, satelit dan benda lainnya) bergerak dalam garis edarnya masing masing. Diantaranya QS Al Anbiya:33, QS Yaa Siin: 38-40 dan lainnya.
QS Al Anbiya:33, 
Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya.” (QS Al Anbiya:33)

QS Yaa Siin: 38-40 
“Dan matahari berjalan ditempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.” (QS Yaa Siin: 38)
“Dan telah Kami tetapkan bagi bulan manzilah-manzilah, sehingga (setelah dia sampai ke manzilah yang terakhir) kembalilah dia sebagai bentuk tandan yang tua.” (QS Yaa Siin: 39)
“Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malampun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya.” (QS Yaa Siin: 40)
Pengamatan astronomi telah membuktikan kebenaran fakta ini.  Menurut ahli astronomi, matahari bergerak sangat cepat dengan kecepatan mencapai 720 ribu km per jam ke arah bintang Vega dalam sebuah garis edar yang dinamakan Solar Apex.
Selain matahari, semua planet dan satelit dalam sistem gravitasi matahari juga berjalan menempuh jarak ini. Semua bintang yang ada di alam semesta juga berada dalam suatu gerakan serupa.


2. Mawar Merah di Angkasa

Dalam Qur’an surat Ar Rahman ayat 37, Allah berfirman:
"Maka ketika langit (bintang/tata surya) terbelah (meledak) lalu menjadilah ia mawar merah yang berkilat seperti minyak" (Ar-Rahman: 37)

Para ilmuwan NASA setelah mengamati ledakan dari bintang menemukan fenomena ini. Apabila sebuah bintang telah habis masanya kemudian meledak dan mati, maka sisa ledakan bintang tersebut akan berevolusi menjadi kumpulan gas yang disebut nebula.

Belum lama ini Badan Antariksa Amerika Serikat, NASA mengambil gambar nebula menggunakan teleskop Hubble. Dan ini adalah salah satu nebula paling kompleks yang pernah dilihat, NGC 6543, yang dijuluki 'Nebula Mata Kucing (Cat Eye Nebula).

Nebula ini diperkirakan baru berusia 1.000 tahun. Apabila perhatikan lebih lanjut, nebula ini lebih cocok disebut sebagai nebula mawar merah dari pada mata kucing karena bentuknya menyerupai bunga mawar merah.


B.  Tentang Manusia
1. Tentang Penciptaan Manusia


  Banyak sekali ayat Al Qur’an yang menjelaskan tentang penciptaan Manusia. Diantaranya dalam Al Qur’an surat Az Zumar ayat 6. Dalam ayat ini dijeaskan bahwa manusia diciptakan dalam rahim ibunya dalam tiga tahapan.

Dia menciptakan kamu dari seorang diri kemudian Dia jadikan daripadanya isterinya dan Dia menurunkan untuk kamu delapan ekor yang berpasangan dari binatang ternak. Dia menjadikan kamu dalam perut ibumu kejadian demi kejadian dalam tiga kegelapan. Yang (berbuat) demikian itu adalah Allah, Tuhan kamu, Tuhan Yang mempunyai kerajaan. Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia; maka bagaimana kamu dapat dipalingkan?”(QS Az Zumar: 6)
Perkembangan ilmu Biologi modern telah berhasil mengungkap petunjuk dari ayat itu. Pertumbuhan bayi di dalam rahim melewati tiga tahap (tiga kegelapan). Alquran menggunakan istilah ‘kegelapan’ karena memang proses penciptaan manusia dalam perut ibu terjadi di dalam rahim yang gelap.
Tahap-tahap itu, pertama, tahap Pre-embrionik, zigot tumbuh membesar melalui pembelahan sel kemudian menjadi segumpalan sel yang membenamkan diri pada dinding rahim. Seiring pertumbuhan zigot, sel-sel penyusunnya mengatur diri mereka sendiri untuk membentuk tiga lapisan.
Kedua, tahap Embrionik yang berlangsung lima setengah minggu. Bayi pada tahap ini disebut “embrio”. Organ dan sistem tubuh bayi juga mulai terbentuk.
Ketiga tahap fetus yang dimulai sejak kehamilan bulan 8 hingga lahir. Pada tahap ini bayi telah menyerupai manusia dengan wajah, kedua tangan dan kakinya.
2. Jenis kelamin
Dalam Al Qur’an surat An Najm ayat 45-46, Allah berfirman:
Dialah yang menciptakan berpasang-pasangan pria dan wanita, dari air mani, apabila dipancarkan.”
Dulu masyarakat menganggap bahwa penentu jenis kelamin berasal dari wanita. Tetapi  menurut Hasil penemuan ilmu genetika abad 20 menjelaskan bahwa jenis kelamin seorang bayi ditentukan oleh air mani dari pria. Dalam air mani pria terdapat kromosom x yang berisi sifat-sifat kewanitaan dan kromosom y berisi sifat kelaki-lakian. Sedangkan dalam sel telur wanita hanya mengandung kromosom x yang mengandung sifat-sifat kewanitaan. Jenis kelamin seorang bayi tergantung pada sperma yang membuahi, apakah mengandung kromosom x atau y.


3. Sidik jari
 Dalam Al Qur’an surat Al Qiyaamah ayat 3-4 menjelaskan tentang kekuasaan Allah untuk menyatukan kembali tulang belulang orang yang telah meninggal, bahkan Allah juga mampu menyusun kembali ujung-ujung jarinya dengan sempurna.
QS Al Qiyamah ayat 3-4:
“Apakah manusia mengira, bahwa Kami tidak akan mengumpulkan (kembali) tulang belulangnya? Bukan demikian, sebenarnya Kami kuasa menyusun (kembali) jari jemarinya dengan sempurna.”
Setiap manusia memiliki ciri sidik jari yang unik dan berbeda antara satu orang dengan lainnya. Keunikan sidik jari baru ditemukan pada abad 19. Sebelum penemuan itu, sidik jari hanya dianggap sebagai lengkungan biasa yang tidak memiliki arti.

C. Tentang Gunung
Dalam Al Qur’an dijelaskan fungsi gunung dalam beberapa ayat di antaranya dalam surat Al Anbiyaa ayat 21 dan surat An Naba’ ayat 6-7. Gunung diibaratkan sebuah paku yang menjadikan lembaran kayu tetap saling menyatu.
“Dan telah Kami jadikan di bumi ini gunung-gunung yang kokoh supaya bumi itu (tidak) goncang bersama mereka, dan telah Kami jadikan (pula) di bumi itu jalan-jalan yang luas, agar mereka mendapat petunjuk.” (QS Al Anbiya:31)
“Bukankah Kami telah menjadikan bumi itu sebagai hamparan?, dan gunung-gunung sebagai pasak?,” (QS An Naba’: 6-7)

Gunung tidak hanya memperindah pemandangan. Dikaji dari ilmu geologi, gunung berfungsi sebagai penyeimbang bumi dari goncangan. Gunung  muncul karena tumbukan lempengan-lempengan raksasa yang membentuk kerak bumi. Ketika dua lempengan bertumbukan, lempengan yang lebih kuat menyelip ke bawah sedangkan  lempengan yang lemah melipat ke atas membentuk dataran tinggi dan gunung.

D. Tentang Hujan
Banyak ayat Al Qur'an yang membicarakan tentang hujan. Diantaranya tentang proses terjadinya hujan telah diungkapkan dalam Al Qur’an 30: 48
“Dialah Allah Yang mengirimkan angin, lalu angin itu menggerakkan awan dan Allah membentangkannya di langit menurut yang dikehendakiNya, dan menjadikannya bergumpal-gumpal; lalu kamu lihat air hujan keluar dari celah-celahnya; maka, apabila hujan itu turun mengenai hamba-hambaNya yang dikehendakiNya, tiba-tiba mereka menjadi gembira” (Al Qur’an, 30:48)


Proses terbentuknya hujan masih merupakan misteri besar bagi orang-orang dalam waktu yang lama. Baru setelah radar cuaca ditemukan, bisa didapatkan tahap-tahap pembentukan hujan.


E. Ayat Ayat Tentang Lautan
Lautan sering disebutkan di dalam kita suci Alquran. Pada saat itu para peneliti menemukan fenomenna fenomena yang telah diungkapkan dalam al qur’an tentang lautan.

1. Dasar Lautan Yang Gelap 
Dalam  Al Qur’an surat An Nur: 40, dijelaskan bahwa dasar laut gelap gulita.
 “Atau seperti gelap gulita di lautan yang dalam, yang diliputi oleh ombak, yang di atasnya ombak (pula), di atasnya (lagi) awan; gelap gulita yang tindih-bertindih, apabila dia mengeluarkan tangannya, tiadalah dia dapat melihatnya, (dan) barang siapa yang tiada diberi cahaya (petunjuk) oleh Allah tiadalah dia mempunyai cahaya sedikit pun.” (QS An Nuur: 40).
Manusia tidak mampu menyelam di laut dengan kedalaman di bawah 40 meter tanpa peralatan khusus. Dalam sebuah buku berjudul Oceans juga dijelaskan, pada kedalaman 200 meter hamper tidak dijumpai cahaya, sedangkan pada kedalaman  1000 meter  tidak terdapat cahaya sama sekali.

Kondisi dasar laut yang gelap baru bisa diketahui setelah penemuan teknologi canggih. 
2. Dua Lautan yang Tidak Saling Bercampur








3. Api Dalam Lautan

Pada saat itu para peneliti menemukan bahwa ada sebuah lautan yang didalamnya terdapat api yang berkobar, namun banyaknya air laut tidak mampu memadamkan api, begitu juga panasnya api tersebut tidak mampu membuat air laut mendidih.



F. Ayat Ayat Tentang Logam
1. Tentang Besi
Setidaknya ada sekitar 9 ayat Al Qur’an yang menceritakan tentang besi, diantaranya QS Al Hadiid ayat 25, QS An-Nahl ayat 81 dan lainnya.
Dalam QS Al Hadiid ayat 25 menjelaskan bahwa Allah menurunkan besi yang memiliki kekuatan hebat dan memiliki banyak manfaat bagi manusia.
“Sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul Kami dengan membawa bukti-bukti yang nyata dan telah Kami turunkan bersama mereka Alkitab dan neraca (keadilan) supaya manusia dapat melaksanakan keadilan. Dan Kami turunkan (anzalnaa) besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia, (supaya mereka mempergunakan besi itu) dan supaya Allah mengetahui siapa yang menolong (agama)-Nya dan rasul-rasul-Nya, padahal Allah tidak dilihatnya. Sesungguhnya Allah Mahakuat lagi Mahaperkasa.” (QS Al Hadiid ayat 25)
Dalam ayat ini, kata “anzalnaa” memiliki arti “kami turunkan” digunakan untuk menunjuk besi. Apabila diartikan secara kiasan kata “anzalnaa” menjelaskan bahwa besi diciptakan untuk memberi manfaat bagi manusia.
Apabila mengartikan kata itu secara harfiah, yakni “secara bendawi diturunkan dari langit”, maka diperoleh arti bahwa besi diturunkan dari langit. Beberapa ilmuwan telah berhasil membuktikan kebenaran ayat itu. Partikel besi tidak berasal dari bumi melainkan berasal dari benda-benda luar angkasa.
G. Tentang Waktu
1. Hukum Relatifitas Waktu
Beberapa ayat dalam Alquran juga telah megisyaratkan adanya relativitas waktu, di antaranya dalam Alquran surat Al Hajj: 47, surat As Sajdah: 5, surat Al Ma’aarij: 4, dan lain lain.
 Dan mereka meminta kepadamu agar azab itu disegerakan, padahal Allah sekali-kali tidak akan menyalahi janji-Nya. Sesungguhnya sehari disisi Tuhanmu adalah seperti seribu tahun menurut perhitunganmu.” (QS Al Hajj: 47)

“Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepada-Nya dalam satu hari yang kadarnya (lamanya) adalah seribu tahun menurut perhitunganmu.” (QS As Sajdah:5)
“Malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan dalam sehari yang kadarnya lima puluh ribu tahun.” (QS Al Ma’arij:4)

Beberapa ayat Alquran lainnya menjelaskan, manusia terkadang merasakan waktu secara berbeda, waktu yang singkat dapat terasa lama dan begitu juga sebaliknya.
Dan teori relatifitas tentang waktu baru ditemukan oleh Albert Einstein pada awal abad 20 M. Teori ini menjelaskan bahwa waktu ditentukan oleh massa dan kecepatan. Waktu dapat berubah sesuai dengan keadaannya.

(Sumber: www.dream.co.id, www.eramuslim.com,www.republika.co.id,  dll)


MENGENAL DETIK KABISAT

Tanggal 30 Juni 2015 terjadi penambahan waktu 1 detik. Jika 1 hari sama dengan 24 jam, maka pada tanggal 30 juni 2015 menjadi 24 jam 1 detik. Penambahan 1 detik tersebut ditambahkan setelah jam 23.59.59 supaya waktu di bumi sama persis dengan jam atom.

Jam Atom


Jam atom adalah pengukur wakt dengan keakurata tingkat tinggi yang dipakai untuk perhitungan waktu teknologi canggih, seperti radio, dan internet. Jam ini menjai pengukur waktu harian bumi kedua setelah rotasi bumi itu sendiri


Mengapa Detik Kabisat Diperlukan ?

Permasalahan di bumi saat putaran bumi yang cenderung melambat akibat berbagai faktor alam seperti gaya tarik planet (termasuk bulan dan matahari), pergerakan lempeng bumi gempa, gunung eletus dan melelehnya es di kutub. Hal ini mnegakibatkan bumi melambat lebih lambat 2,5 mili detik per hari sejak tahun 1820 M. Imbasnya pada tahun 1972 lalu jam atom lebih cepat 10 detik dari rotasi bumi.

Karena itu untuk mengkonvensasi melambatnya perputaran bumi, para ilmuwan memandang perlu menambahkan detik kabisat di jam duniaselama beberapa kali, dan waktu yang biasa dipilih adalah pertengahan tahun atau akhir bulan juni 2015.

Singkatnya perputaran bumi semakin lambat sehingga hari itu (tanggal 30 juni 2015) tidak lagi mempunyai 86.400 detik, tetapi 86.401 detik.

(sumber: Dream.co.id)