Daftar Blog Saya

Sabtu, 30 Juli 2011

MENGENAL KITAB TAFSIR KARYA ULAMA BESAR

A. Karya Ulama di era Peradaban Islam Klasik

Diantara kitab tafsir karya ulama besar tempo dulu yang banyak menjadi rujukan dalam kajian tafsir hingga kini, antara lain:

1. Kitab Jami'al Bayan fi Tafsir al Qur'an karya Imam Ath Thabary (224- 310 H)

Kitab tafsir ini merupakan karya Muhammad bin Jarir bin Yazid ath Thabary yang dikenal dengan Ibn Jarir Ath Thabary. Ia berasal dari Thabaristan yang lahir di Baghdad pada tahun 224 H. Ia menetap di Baghdad hingga akhir hayatnya pada tahun 310 H.
Ath habary terkenal sebagai orang pencari ilmu, iabanyak mengelana ke berbagai kota di Iran, Irak, Suriah dan Mesir. Disamping sebagai ahli tafsir, ia juga merupakan penulis kitab sejarah yang terkenal dan juga ahli dalam hadits.
Kitab karya At Thabari ini sering dijadikan rujukan dalam menafsirkan Al Qur'an. Imam An Nawawi, memuji kitab ini:" seluruh umat telah sepakt bahwasanya tiada kitab tafsir yang sebanding dengan tafsir ath thabary."
Kitab tafsir karya Ath Thabari ini oleh penerbit Dar al Hijr kairo dicetak dalam 25 jilid.


2. Kitab Al Jami'li Ahkam al Qur'an karya Imam Al Qurthuby (w. 671 H)

Kitab ini merupakan karya ulama asal kota Cordoba, Andalusia (Spanyol sekarang) yang bernama Abu Abdullah Muhammad bin Abu Bakar al Anshari al Qurthubi. Ia hidup pada abad ke-7 H.
Ia terkenal sebagai seorang ahli tafsir dan juga ahli fiqih. Sehingga dalam tafsirnya ia banyak mengangkat masalah hukum hukum fiqih.
Tafsir Al Qurthubi ini oleh penerbit Dar Ihya wa at Turats, Beirut dicetak dalam 20 jilid.


3. Kitab tafsir Al Qur'an al Azdhim karya Ibnu Katsir (705-774 H)

Kitab tafsir Al Qur'an al Adzim merupakan karya Ibnu Katsir atau lengkapnya Imaduddin Abu Al Fida Ismail bin Amru bin Katsir. Ibn Katsir disamping terkenal sebagai mufasir, ia terkenal juga dalam bidang sejarah, fiqih dan juga hadits.
Oleh penerbit Da at Thayyibah, Riyadh, kitab tafsir ini dicetak dalam 8 jilid.


4. Kitab Fathu al Qodir karya Imam As Syaukani (1173-1250 H)

Kitab Fathu al Qodir merupakan karya Muhammad bin Ali bin Muhammad bin Abdullah bin Asy Syaukani, da terkenal dengan nama Imam Asy Syaukani. Imam Asy Syaukani terkenal sebagai ulama yang menonjol di abad 13 H. Ia karyanya disamping dalam bidang tafsir juga menyangkut hadits, fiqih, ushul fiqih dan juga sejarah.
Oleh penerbit Dar al hadits, Kairo, kitab ini dicetak dalam 5 jilid.


B. Kitab tafsir karya ulama kontemporer,

Diantara kitab tafsir ulama kontemporer (kini) yang terkenal, antara lain:

1. Al Manar karya Rasyid Ridla

Rasyid Ridla merupakan penulis awal dalam pengkajian tafsir dalam pandangan yang lebih modern. Pemikirannya banyak dipengaruhi oleh tokoh pembaharuan asal Mesir, Muhammad Abduh.
Rasyid Ridla berasal dari Tripoli dan kemudian hijrah ke Mesir. Dan di Mesir ini ia banyak mengikuti kajian tafsir dari Muhamad Abduh. Dan hasil ceramah sang guru kemudian dipublikasikan dalam majalah Al Manar, sebuah majalah yang menjadi corong da'wah Muhammad Abduh.
Kitab tafsir ini dicetak dalam 12 jilid besar.


2. Fi Zilal Al Qur'an karya Sayyid Qutb

Sayyid Qutb atau nama lengkapnya Sayyid Qutb Ibrahim Hasan Syadzuli merupakan salah seorang tokoh gerakan dalam organisasi Ikhwanul Muslimin Mesir. Suatu geakan yang tokoh-tokohnya banyak dimasukan ke dalam penjara oleh rezim penguasa Mesir, termasuk beliau yang juga dipenjara.
Oleh penerbit Dar as Syuruq Beirut kitab ini dicetak dalam 6 jilid.


3. Kitab tafsir Kontemporer karya Ulama besar Nusantara

Diantara ulama besar di indonesia yang menulis kitab tafsir antara lain:

1. Al Azhar karya Hamka

Hamka merupakan penulis muslim yang paling produktif di Indonesia. Karya tafsirnya banyak ditulis ketika ia dipenjara di era rezim soekarno.


2. Al Misbah karya Quraisy Shihab

MENGENAL KITAB TAFSIR KARYA ULAMA ULAMA BESAR

Sangat banyak karya ulama besar tempo dulu yang tidak dikenal dewasa ini. Hal ini disebabkan karena disamping kesinambungan sejarah peradaban dan pemikiran umat islam yang begitu lama terputus, dan keterjebakannya umat dalam pemikiran sempit dan kurang berwawasan masa depan. Seolah tidak ada benang antara masa silam dengan masa depan.
Membuka pemikiran diri terhadap masa lampau yang kaya dalah suatu keharusan sejarah bagi orang-orang yang ingi membangun sejarah masa depan, Karena terlalu banyak pelajaran yang diwarisi masa lampau untuk melangkah dengan gagahnya dalam menyambut masa depan peradaban yang cemerlang. Karena begitu kecilnya peranan kita dibandingkan dengan para pendahulu-pendahulu yang karya-karyanya sangat menakjubkan. Bahkan untuk pemikir hebat masa kinipun belum bisa menyamai pemikir-pemikir hebat dizamannya.
Jadi benar suatu perkataan, jika ingin menjadi orang besar (maksudnya dalam arti orang hebat) maka kita harus bercita-cita menjadi orang besar (orang hebat) dan membaca karya-karya orang besar (orang hebat), disamping kita harus melangkah dengan cara-cara orang besar (orang hebat) juga.